
Ada cerita menarik nih dari potret kecil kehidupan guru jaman sekarang, tapi sebaiknya kita lihat dulu guru itu seharusnya bagaimana...
Guru... Adalah orang orang yang melahirkan pemimpin pemimpin negara dengan penghasilan yang minim namun tetap sukarela mengajar anak anak bodoh sampai menjadi pintar, tanpa sekalipun perduli apakah jika suatu saat seorang siswa(i)nya sukses menjadi orang besar, namanya juga akan ikut besar, atau gajinya juga akan ikut naik, yang dia tahu hanya, siswa(i)ku harus hidup lebih baik, harus jadi lebih pintar, harus jadi orang besar. guru pahlawan tanpa tanda jasa.
Tapi, dijaman sekarang ini rasanya tinggal sedikit pengajar pengajar yang masih pantas disebut guru (pahlawan tanpa tanda jasa), sebut saja demo demo yang dilakukan para guru menuntut kenaikan gaji, pahlawan tanpa tanda jasa tidak butuh itu, sebut saja ketika guru mengajak siswa(i)nya untuk demo (saat itu anak SD) seorang guru tidak akan mengajak anak anak kecil berkeliaran dijalan membahayakan diri untuk berdemo. mungkin itu memang dampak dari kurang diperhatikannya nasib para guru di tanah air oleh pemerintah, tapi sekali lagi guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, semua orang juga tahu gajinya kecil, jadi kalo mo gaji besar jangan jadi guru.
Yang saya tidak habis pikir adalah ketika sedang di atas angkot saya mendengar beberapa siswi SMA yang sedang bercerita tentang perilaku gurunya yang sangat tidak terpuji. Begini ceritanya.
Saat itu saya akan menuju ketempat untuk menemani seorang teman berbelanja keperluan hariannya. Didalam angkot itu ada beberapa siswi SMA yang bercerita dengan suara yan cukup besar maklum angkot suaranya berisik otomatis cewek2 ngga mau kalah dong suaranya kalau lagi ngerumpi, dan otomatis juga saya ikutan dengerin ceritanya.... Mereka adalah siswi dari sebuah SMA yang ternama di Kota Bandung ini (nama disensor) dan gurunya adalah pria berinisial "A" (disensor juga :p)
Suatu hari mereka disuruh oleh bapak "A" untuk membeli buku paket, sebenarnya mereka menolak karena isi buku itu adalah full english, tapi si bapak berdalih, sekolah kita adalah sekolah hebat jadi harus beda dong dari sekolah lain, kalau kalian merasa berat, kalian beli saja buku dari saya seharga Rp 90.000,- (Sebenarnya penjualan buku oleh guru sudah dilarang sejak dulu jaman saya SMP) karena ucapan bapak "A" tersebut mereka jadinya mengiyakan saja, lalu kata bapak "A" nanti hari Jum'at (saya kurang tahu tepatnya tanggal berapa) didata yah siapa aja yang mau beli buku.
Nah secara tidak sengaja seorang temen mereka mendapatkan buku tersebut dengan harga yang lebih murah yaitu Rp 70.000,- pikirnya lumayan dong bisa menghemat Rp 20.000,- akhirnya dia ngabarin kesemua temennya dan semua temennya setuju untuk membeli buku tersebut ditempat yang sudah dikatakan anak itu dari pada dari si bapak "A" yang lebih mahal Rp 20.000,-
Otomatis sebelum hari Jum'at Semua anak kelas itu sudah memiliki buku itu dan tidak ada yang membeli buku dari bapak "A" setelah mengetahui hal itu, apa yang dilakukan si bapak "A"??? ternyata dia membatalkan penggunaan buku itu, katanya yah karena ngga ada yang beli berarti ngga usah dipakai saja, anak2 itu lalu protes dan mengatakan kami sudah pada punya kok pak...... entah bagaimana bagaimana alasan yang dilontarkan si bapak, terpaksa anak2 itu hanya bisa diam.......
Sekarang bagaimana menurut temen temen tentang sikap si pak guru "A" itu? pantaskah guru melakukan hal itu? ini hanya potret kecil dari guru di negara kita jaman modern ini..... saya harus mengatakan juga waktu saya masih SMA, saya punya seorang guru Kimia yang sering mabok saat mengajar pagi hari dan pada saat mabok dia tidak segan segan untuk menghajar kami muridnya...... bagaimana dengan sekolah lain? bagaimana dengan daerah lain di negara kita? pasti masih ada juga guru guru yang seperti itu bahkan mungkin lebih banyak dariada guru yang harusnya memang guru, seperti ibu guru bule yang kembar itu (lupa namanya) ngajar gratis.... :)
salam












