Jelang Tahun Baru 2012


Sekarang posisi saya di Bandung dan masih sekitar 2 setengah jam lagi baru akan memasuki tahun baru 2012, saya yakin semua orang yang menanti jawaban atas segala pertanyaan kiamatnya dunia di Tahun 2012 semakin deg degan, itu termasuk saya, tapi fine nanti saja kita bahas soal itu.

Tinggal setengah jam lagi di Papua akan segera merayakan Tahun baru atau mungkin setelah menulis ini Papua sudah Tahun 2012 dan satu setengah jam lagi untuk daerah Indonesia tengah, saya yakin masing - masing dari kita sudah mempersiapkan caranya merayakan akhir tahun ini, ada yang siap di nigth club, di pantai, berdoa di rumah, internetan, berjualan, nongkrong di pinggir jalan dan lain-lain tergantung diri masing-masing dan keadaan, seperti saat ini saya harus kembali lagi merayakan Tahun baru tanpa keluarga tercinta karena mereka berada di Sulawesi. Masing - masing kami merayakan dengan cara yang berbeda seperti mami, papi dan kakak-kakak saya yang saya yakin saat ini mereka berada di rumah sakit menemani Papi saya yang jatuh sakit saya sangat sedih dengan keadaan Tahun baru saya saat ini, berkali-kali tidak dapat merayakan dengan mereka, tidak dapat merayakan dengan cara yang lebih baik bahkan Tahun ini di perburuk dengan jatuh sakitnya papi. Tapi saya kembali berpikir lima kali pada saat menjelang akhir Tahun 2011 ini papi terbaring sakit di kamar rumah sakit serangan jantung dan kakak-kakak juga mami saya menemani papi disana sampai akhir Tahun, sekarang apa yang lebih buruk dari pada itu? Mengingat itu, saat ini saya sangat bersyukur dengan keadaan saya di akhir Tahun 2011 ini, tapi juga sedih dengan keadaan keluarga disana.

Tapi hal terbesar yang saya syukuri pada Tuhan Yang Maha Esa adalah kelengkapan keluarga kecil kami, masih hidupnya kedua orang tua saya dan kakak-kakak saya, saya bahkan tidak tahu harus bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka, mungkin mereka berpikir saya tidak akan perduli dengan apa pun yang terjadi pada mereka, untuk apa yang mereka pikirkan saya memang tidak perduli, tapi tentang apapun yang terjadi pada mereka, saya sangat perduli, khususnya papi dan mami saya, saya i love them all hanya saya tidak tahu bagaimana menunjukannya seperti kemauan mereka.

SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYA.

KHUSUSNYA KELUARGA KECILKU TERCINTA.


Read More -►

Dampak buruk film, awas ada sule!!




Bukannya saya sentimen pada sule atau pemeran lainnya dalam program ini, saya senang menonton berbagai program yang ada sulenya. apalagi OVJ, hanya saja tampaknya dalam program awas ada sule ini, kurang memperhatikan dampak yang bisa terjadi pada para pembantu rumah tangga yang sebagian besar kita ketahui adalah orang dari kampung yang tidak diberikan pendidikan tentang keharusan yang dilakukan oleh pembantu rumah tangga, jadinya yah beberapa orang pembantu rumah tangga yang lugu itu melakukan hal hal yang terkadang kurang ajar yang di lakukan sule dalam program atau film tersebut, yang sebenarnya hanya bertujuan menghibur.

sedikit contoh dari saya, beberapa hari lalu kakak saya bercerita pada saya kalau pembantu di rumahnya baru dipecat suaminya gara2 kurang ajar, begini kronologisnya:
suatu hari suami kakak saya pulang kerumahnya sore sore. saat itu dia memasukan mobilnya kedalam garasi dan menyuruh pembantunya yang adalah laki laki itu untuk menutup pintu pagar, lalu apa yang dikatakan pembantu...

kalo gitu bapak silahkan melanjutkan kerjaan saya menyapu (wah parah banget nih pembantu) lalu suami kakak saya bertanya. maksudmu apa ngomong gitu. dijawab lagi sama si pembantu "menurut buku tatang sutarma, orang yang lagi krja, kemudian disuruh bekerja yang lain, maka orang yang menyuruh wajib melanjutkan pekerjaan sebelumnya" trus terang saya ngakak pas denger itu. lalu kakak saya melanjutkan cerita. setelah itu, suami kakak saya benar2 marah dan berteriak... "Kamu masih mo kerja disini kagak?" dengan sigap si pembokat nangkep hidung suami kakak saya dengan jempol dan telunjuk lalu menggoyangkannya kekiri dan kanan sambil bilang "uuh bapak cerewet amat sih" kali ini ane ketawanya nggak ketulungan gan pas denger itu. Hasilnya si pembantu dipecat langsung gan, langsung dikirim balik ke kampungnya. Hahahaha

sebenarnya cukup menghibur tapi orang yang dia gituin adalah orang yang salah dan adalah bos besarnya, otomatis dipecatlah dia, kasian sih, tapi mo gimana lgi, dianya g bisa filter tontonannya sendiri.
Read More -►

komik lucu campur (post 2)

Komik lagi gan, kali ini dari budijaya.blogspot.com, mudah mudahan agan budijaya g marah ane copas komiknya, ok ini semua kumpulan komik yang menarik dan cukup menghibur temen temen yang sedang stress, tapi kalo misalnya udah pernah baca ane mohon maaf yah gan. Jangan di bata hahs.







Read More -►

Komik lucu campur (post 1)

ada komik lagi gan, dari poztmo.com mudah2an ownernya g marah ane copas komiknya, mulai hari ini kayaknya postingan di gudangrusak bakalan ane ramaikan lagi dengan komim komikan, kalo sempat tar ane gambarin komik sendiri deh hehehe. okelah kalo begitu, selamat berkomik ria agan2 semua.





Read More -►

Sejarah lagu Indonesia Raya


Gara - gara nulis sejarah lagu happy birthday jadi keingat kasus seorang budayawan yang pernah bilang lagu Indonesia raya adalah jiplakan dari lagunya orang Belanda. Nah ane cari deh sejarahnya lagu kebangsaan kita di wikipedia dan nemu ini nih yang saya pindahkan alias copas ke gudangrusak. Selamat membaca , semoga pengetahuannya bertambah kalo agan blom tau infonya, kalo udah tau, ane minma lah alias minta maaf.


Ketika mempublikasikan Indonesia Raya tahun 1928, Wage Rudolf Soepratman dengan jelas menuliskan "lagu kebangsaan" di bawah judul Indonesia Raya. Teks lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali oleh suratkabar Sin Po.

Setelah dikumandangkan tahun 1928 dihadapan para peserta Kongres Pemuda II dengan biola, pemerintah kolonial Hindia Belanda
segera melarang penyebutan lagu kebangsaan bagi Indonesia Raya. Meskipun demikian, para pemuda tidak gentar. Mereka menyanyikan lagu itu dengan mengucapkan "Mulia, Mulia!" (bukan "Merdeka, Merdeka!") pada refrein. Akan tetapi, tetap saja mereka menganggap lagu itu sebagai lagu kebangsaan. Selanjutnya lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan pada setiap rapat partai-partai politik. Setelah Indonesia merdeka, lagu itu ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan perlambang persatuan bangsa.
Namun pada saat menjelaskan hasil Festival Film Indonesia (FFI) 2006 yang kontroversial dan pada kompas tahun 1990-an, Remy Sylado, seorang budayawan dan seniman senior Indonesia mengatakan bahwa lagu Indonesia Raya merupakan jiplakan dari sebuah lagu yang diciptakan tahun 1600-an berjudul "Lekka Lekka Pinda Pinda".
Kaye A. Solapung, seorang pengamat musik, menanggap tulisan Remy dalam Kompas tanggal 22 Desember 1991. Ia mengatakan bahwa Remy hanya sekadar mengulang tuduhan Amir Pasaribu
pada tahun 1950-an. Ia juga mengatakan dengan mengutip Amir Pasaribu bahwa dalam literatur musik, ada lagu Lekka Lekka Pinda Pinda di Belanda, begitu pula Boola-Boola di Amerika Serikat. Solapung kemudian membedah lagu-lagu itu. Menurutnya, lagu Boola-boola dan Lekka Lekka tidak sama persis dengan Indonesia Raya, dengan hanya delapan ketuk yang sama. Begitu juga dengan penggunaan Chord yang jelas berbeda. Sehingga, ia menyimpulkan bahwa Indonesia Raya tidak menjiplak.

Naskah pada koran Sin Po (1928)
Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh WR Supratman dan dikumandangkan pertama kali di muka umum pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta (pada usia 25 tahun), dan disebarluaskan oleh koran Sin Po pada edisi bulan November 1928. Naskah tersebut ditulis oleh WR Supratman dengan "Tangga Nada C" (natural) dan dengan catatan "Djangan Terlaloe Tjepat", sedangkan pada sumber lain telah ditulis oleh WR Supratman pada "Tangga Nada G" (sesuai kemampuan umum orang menyanyi pada rentang a - e) dan dengan irama "Marcia", Jos Cleber (1950) menuliskan dengan irama "Maestoso con bravura" ("kecepatan metronome 104").

Aransemen simfoni Jos Cleber (1950)
Secara musikal, lagu ini telah dimuliakan — justru — oleh orang Belanda (atau Belgia) bernama Jos Cleber (pada waktu itu ia berusia 34 tahun) yang tutup usia tahun 1999 pada usia 83 tahun. Setelah menerima permintaan Kepala Studio RRI Jakarta Jusuf Ronodipuro pada tahun 1950, Jos Cleber pun menyusun aransemen baru, yang penyempurnaannya ia lakukan setelah juga menerima masukan dari Presiden Soekarno.

Rekaman asli (1950) dan rekam ulang (1997)
Rekaman asli dari Jos Cleber tahun 1950 dari Orkes Cosmopolitan Jakarta, telah dimainkan dan direkam kembali secara digital di Australia tahun 1997 berdasarkan partitur Jos Cleber yang tersimpan di RRI Jakarta, oleh Victoria Philharmonic di bawah pengarahan Addie MS.

Sumber: wikipedia Indonesia
Read More -►

sejarah lagu happy birthday



Abis nonton acara top banget di global tv acara yg terkesan ikut ikutan on the spot di trans tv, saya dapat info yg cukup menarik nah ini tentang sejarah lagu happy birthday. Dan setelah searching2 digoogle tampaknya saya salah satu org yg telat infonya hahaha ternyata udah bayak, nah sekarang untuk para pengunjung setia gudangrusak yg mungkin juga blum tau ane mo share dikit deh dari postingannya om ari-software.blogspot.

Melodi dari "Happy Birthday to You" (juga dikenal sebagai "lagu ulang tahun") ditulis pada tahun 1890 an oleh seorang wanita Amerika dengan nama Mildred Hill.

Awalnya adiknya Patti, yang adalah seorang guru, menempatkan kata-kata "Selamat pagi guru ku, semoga ini pagi yang baik untuk Anda" agar sesuai melodi. Lagu itu akhirnya populer selama bertahun-tahun dan dinyanyikan di sekolah-sekolah di seluruh AS.

Empat puluh tahun kemudian, diyakini bahwa Patti mengganti dengan kata-kata "Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Dear Happy Birthday to You" yang kemudian menjadi sangat terkenal.

Seluruh lagu kemudian diterbitkan pada tahun 1935. Lagu itu kemudian dipopulerkan pada tahun 1930, ketika dinyanyikan dalam Broadway production “As Thousands Cheer” dan sejak itu menjadi mega-hit klasik sepanjang masa.

Satu berita yang menarik : Lagu "Happy Birthday to You" (lirik dan melodi) masih di bawah perlindungan hak cipta, sehingga setiap kali Anda mendengarnya dinyanyikan di TV atau radio, royaltinya masih dibayarkan kepada penerbit (Warner Chapel, di AS).

Sumber: ari-software.blogspot
Read More -►

Bungkus roti anti maling

Bukan rahasia lagi kalo sebagian besar orang di dunia ini nemu barang dijalanan langsung main embat aja padahal bukan punyanya, yah walaupun mungkin kalo hanya sebungkus roti isi atau sandwich kadang malu malu dulu nyomotinnya dari bangku taman atau mungkin tergeletak di jalanan. Pas aman hap masuk kantong hahaha tp g semua orang sih nah hal inilah yang menyebabkan terciptanya bungkusan makan siang anti maling dibawah ini, tapi tenang aja cm bungkusnya doang kok. Kalo ente nemu kayak ginian di jalan, embat aja hahaha tapi klo jamur beneran ane g tanggung jawab.


Read More -►

Tentang Terasi




*Pernah makan sambal terasi, cah kangkung atau tumis-tumisan sejenisnya?bagaimana rasanya?? nikmat bukan… aroma dan citarasa khas yang ada dalam masakan tadi ternyata bersumber dari terasi. Terasi merupakan produk awetan ikan-ikan atau rebon yang telah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi, penggilingan atau penumbukan dan penjemuran yang berlangsung selama + 20 hari. Ke dalam produk terasi tersebut ditambahkan garam yang berfungsi sebagai bahan pengawet, berbentuk seperti pasta dan berwarna hitam-coklat, kadang ditambah dengan bahan pewarna sehingga menjadi kemerahan. Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat sambal terasi, tapi juga sering ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia.
nah sekarang dari mana asal usul terasi... *


Asal usul (ini konon lho) :

*Diceritakan dahulu kala Pangeran Walangsungsang / Cakrabumi, istrinya Indangayu dan adiknya Dewi Rarasantang pergi ke kebon pesisir Lemahwungkuk dan menemukan sebuah rumah Kaki Tua yang bernama Ki Gedeng Alang Alang. Walangsungsang / Cakrabumi / Somadullah beserta istri dan adiknya beristirahat disana. Dan setelah datang waktunya, pada pagi hari Ahad walangsungsang / Cakrabumi / Somadullah memasuki hutan rwa belukar menebangi pepohonan besar dan kecil tiap hari. Hutan yang sudah lapang ia tanami palawija membanun perkebunan. Kaki Tua yang melihat hutan sudah menjadi perkebunan dengan tanaman palawija sangat senang sekali. Cakrabuana lalu disuruh menangkap ikan dan rebon, ia idberi jala, alat penangkap ikan dan perahu kecil. Tiap malam ia pergi menangkap ikan dan rebon (ebi).*

*Rajagaluh mengadakan pertemuan dengan pejabat-pejabat pemerintahan, seluruh para Bupati, Sentana mantra dan Gegedeng sudah berkumpul. Sang Prabu segera memanggil Ki Dipati Palimanan, Gedeng Kiban namanya. Sang Prabu berkata, “Hai Di Palimanan sekarang bawahan engkau, tanah pantai yang jadi pemukiman, banyak orang yang berkebun dan ada nelayan yang menangkap ikan dan rebon, aku lebih terasih kepada tumbukan ikan rebon, agar periksa sampai jelas dan ditetapkan pajak bagi nelayan rebon itu dalam setahun sepikul bubukan rebon yang sudah halus gelondongan.”

Ki Dipati mengucap sandika (siap menjalankan perintah), segera meninggalkan ruang sidang, memanggil tujuh orang mantri (ponggawa pepitu) dan mereka sudah menghadap kepadanya. Ki Dipati berkata, “Hai ponggawa pepitu, sekarang periksalah dukuh baru di pinggir pantai, ada berapa orangnya dan nelayan penangkap ikan rebon seyogyanya diberi ketetapan pajak tiap tahun sepikul bubukan rebon yang sudah halus gelondongan. Harap diperikasa dengan jelas, karena Sang Prabu terasih sekali kepada bubukan rebon yang sudah gelondongan.”*

*Ki Mantri pepitu mengucap sandika. Segera menghindar dari hadapannya, mereka terus berjalan menuju ke pantai.
Diceritakan Cakrabumi bersama sang istri dan sang adki sedang menumbuk rebon di lumping batu dengan hulu batu. Orang yang mengkulak rebon berebut saling mendahului, berdesak-desak sambil berceloteh “Oga age, geura age, geura bebek (cepat-cepatlah ditumbuk)!” jadi mashur pedukuhan baru itu disebut nama Grage. Tidak lama kemudian datanglah utusan Palimanan Mantri pepitu memeriksa pemukiman itu, sudah ada 346 orang, Ki Cakrabumi sudah bertemu dihadapan mereka. Berkata jubir Mantri pepitu, “Hai tukang penangkap rebon, oleh perintah Sang Prabu engkau diharuskan mengirim pajak tiap-tiap tahun satu pikul bubukan rebon gelondongan, karena Sang Prabu terasih sekali dan minta kejelasan bagaimana membikin terasi itu.”

Cakrabumi mengucap sandika. Adapun menangkapnya dengan jala tiap malam, diambilnya pagi-pagi. Rebon lalu diuyahi (digaremi) lalu diperas, dijemur, setelah kering lalu ditumbuk digelondongi. Adapun air perassannya dimasak dengan diberi bumbu-bumbu. Masakan perasan air rebon lebih enak, diberi nama petis blendrang.” Ki Mantri berkata, “Coba ingin tahu rasanya cai (air) rebon itu.” Cakrabumi segera menyuruh istrinya memasak air perasan rebon. Setelah masak lalu dihidangkan kepada Ki Mantri pepitu. Mereka lalu makan bersama dengan lauk pauk petis blendrang sambil saling berkata, bahwa cai (air) rebon lebih enak ketimbang gragenya (terasinya). Karena Ki Mantri pepitu mengumumkan kepada rakyat pemukiman/dedukuh baru itu, memberi nama Dukuh Cirebon, kala waktu tahun 1447 M.
Kata terasi diambil dari kata terasih, karena kala waktu itu Prabu Rajagaluh sangat terasih (menyukai) bubukan rebon yang sudah halus gelondongan.Makannya sejak saat itu bubukan rebon itu dinamakan terasi...*

*jenis-jenis terasi
Terasi yang banyak diperdagangkan dipasar, secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan bahan bakunya, yaitu terasi udang dan terasi ikan. Terasi udang biasanya memiliki warna cokelat kemerahan, sedangkan terasi ikan berwarna kehitaman dan terasi udang umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan terasi ikan.*

*Kandungan Unsur Gizi Terasi
Unsur gizi yang terkandung di dalam terasi cukup lengkap dan cukup tinggi. Di samping itu dalam terasi udang terkandung yodium dalam jumlah tinggi yang berasal dari bahan bakunya.*

*Pembuatan Terasi

A. Alat dan Bahan

1. Alat
Timbangan.
Alat penghancur.
Tempat fermentasi.
Perangkat penjemuran.
Wadah plastik.
Kain saring

2.Bahan
. Bahan Baku

a.Terasi Ikan
Beberapa jenis ikan yang sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan terasi ikan adalah ikan Selar gatel (Rembang), Badar/Teri (Krawang) dan sebagainya. Kepala ikan harus dibuang terlebih dahulu sebelum diproses lebih lanjut

b.Terasi Udang
Adapun bahan baku yang digunakan dalam pembuatan terasi udang adalah berupa rebon atau udang kecil dengan ukuran panjang berkisar antara 1 cm – 2,1 cm (membujur), lebar 0,3 cm dengan warna keputihan.

-Bahan pembantu

a.Garam
Pada pembuatan terasi, garam memiliki fungsi ganda, yaitu seabagai berikut:
-Untuk memantapkan cita rasa terasi yang dihasilkan.
-Pada konsentrai 20% ( 200 g/kg bahan baku), garam mampu berperan sebagai bahan pengawet, namun dalam konsentrasi lebih dari 20% justru akan menggangu proses fermentasi.

b.Pewarna
Untuk memperbaiki penampilan maka sering dilakukan penambahan bahan pewarna buatan dalam terasi. Ke dalam terasi udang sering ditambahkan warna coklat atau merah, sedangkan ke dalam terasi ikan sering ditambahkan warna kehitaman (campuan antara warna merah dan hijau). Adapun konsentrasi pewarna yang digunakan, disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk menjamin keselamatan konsumen, sebaiknya digunakan bahan pewarna yang diizinkan penggunaannya oleh pemerintah (SII).

c.Kain Saring atau Daun Pisang.
Pada pelaksanaan fermentasi, adonan terasi peru dibagi dalam beberapa bagian kecil dan kemudian dibungkus dengan kain saring atau daun pisang yang diiris di beberapa tempat, sehingga adonan tersebut terlindung dari cemaran debu dan air, sementara aerasi udara tetap dapat berjalan lancar.



B. Cara Pembuatan Terasi

Ikan dicuci bersih untuk membuang kotoran dan lumpur yang melekat kemudian ditiriskan.
Tambahkan garam sebanyak 5% dari berat udang/ikan dan pewarna sesuai dengan warna yang diinginkan kemudian diaduk rata.
Tempatkan campuran tersebut pada wadah tampah dan ratakan agar ketebalannya 1 – 2 cm.
Jemur sampai setengah kering sambil diaduk selama penjemuran agar merata tingkat kekeringannya.
Giling / tumbuk agar halus dan di bentuk adonan gumpalan-gumpalan tersebut.
Hasil tumbukan berupa tumbukan-tumbukan bulat dibungkus dengan tikar atau daun pisang kering. Biarkan selama satu hari sampai dua hari.
Jemur kembali sambil dihancurkan supaya cepat kering. Jika terlalu kering dapat ditambahkan air. Waktu penjemuran 3 – 4 hari dan kondisi dijaga agar tidak terlalu kering.
Buat gumpalan-gumpalan kembali dan bungkus dengan daun pisang kering.
Simpan selama 1 – 4 minggu, supaya terjadi proses fermentasi sampai tercium bau khas terasi (kayak bau ketek g mandi seminggu gitu deh).*

Sumber: kaskus.us
Read More -►

Wentira kota misteri

Wentira atau tulisannya uwentira secara kasat mata hanyalah sebutan untuk sebuah jembatan untuk menyeberangi sungai di daerah kebun kopi sulawesi tengah.

Saya menulis ini karena teringat masa kecil saya saat baru2 ini pasang iklan menjual properti rumah orang tua saya... Lho kok malah curhat hahaha.

Jembatan wentira ini adalah salah satu jembatan yang wajib dilewati oleh saya dan keluarga saat saya masih kecil karena keluarga dari kedua org tua saya tinggal di kota palu sementara org tua saya tinggal nomaden maklum saat itu ayah saya masih menjabad disalah satu instansi negara. Jembatan wentira saat itu yang saya ingat masih berupa jembatan kayu beratap yang konon peninggalan Jepang. (Saat itu sy ingat ada dua jmbatan kayu bratap tp sy lupa satu lagi didaerah mana, entah jembatan kayu mana yg kami lewati) sementara disebelahnya sedang dibangun sebuah jembatan beton dan saat ini sdah digunakan dan jmbatan kayu tersebut sdh ditutup namun tidak dipugar.

Disinilah yg mnjadi misteri ternyata wentira untuk penduduk sekitar bukan sebuah jembatan tapi merupakan sebuah kota megah dimana semuanya ada disana, tidak ada warga miskin dan semuanya berwarna kuning seperti kota emas, pertanyaannya; lalu apa urusannya dengan jembatan itu? Jembatan tersebut adalah pintu menuju ke kota uwentira begitulah kepercayaan warga sekitar dan mereka sangat menghprmati warga wentira hingga pada jembatan beton tersebut dobangun tugu bertuliskan bahasa kaili (bahasa asli daerah) NGAPA UWENTIRA yg artinya kampung/kota/daerah yang tidak terlihat. Ya wentira atau uwentira merupakan kota jin, dan setiap kendaraan yg lewat jembatan trsebut diwajibkan membunyikan klakson sebagai tanda permisi kepada warga yang tinggal dibawah ataupun diatas jembatan itu. Konon orang yg tidak mengklakson dan masuk dari mulut jembatan kayu akan hilang begitu saja di ujung jmbtan sebelahnya dan welcome to wentira city, lalu beberapa hari kmudian muncul bgitu saja dan seperti org bngung slama beberapa hari sebelum kmbali normal dan mrahasiakan kejadian itu.

Sampai saat ini saya belum mndengar org yg hilang dan tdk prnah kmbali dari wentira semuanya pasti kmbali seperti kisah seorang paman dari sahabat kakak saya.

Beliau mengaku masuk kekota wentira tanpa sengaja setelah pagi pagi buta berembun brtemu dengan seorang wanita tanpa belahan dibawah hidung dan terkesan seperti hanoman (bukan rahasia lg warga ciri khas warga wentira seperti itu) dipasar sayur kebun kopi, awalnya beliau takut sekali namun tdk brani menjerit, setelah wanita itu selesai berbelanja dan prgi (anehnya dia g bli apa2 mngkin joging doang dipasar) paman tmn kakak saya lalu brtanya pada pdagang tmpat wanita itu mnanya2kan sayuran, katanya perempuan tadi beli apa pak? Namun si pnjual blum merasa ada satupun pembeli mnanyakan sayurnya. Maka si paman terkejut setelah sadar cm dia yg melihat wanita itu, seminggu kmudian wanita itu mncul lagi, begitu terus selama beberapa mnggu, sampai suatu hari wanita itu mnegur sipaman. Luar biasa takutnya dia melihat bawah hidung yg rata. Trnyata wanita itu baik, dia sndiri mngaku bahwa dia warga wentira, si paman yg terkejut krna br prtama kali tahu trnyata kota jin itu ada lalu ikut dengan wanita itu ke kota wentira.

Mnurut pngakuannya kota itu sangat megah dan kuning selama beberapa hari disana dia mnjadi suka tinggal disana dan ingin selamanya disana dan ternyata warga wentira mnolak dia hidup disana lalu dia bangun pagi2 buta dia bangun di bawah jembatan jepang itu, dia pulang dan mnceritakan pngalamannya, tntu saja teman kakak sy dan kluarga lainnya yg logis tdk prcaya. Tp entah bnar atau tidak teman kakak saya mlihat pamannya itu mnum kopi 2 gelas, gelas yg satu kopinya habis sndiri.

apapun ceritanya cerita orang entah benar entah tidak tapi inilah wentira, jembatan pnghubung antara dunia manusia dan dunia jin yg mnurut saya bagus di filmkan hehehe, sekaligus dipatenkan sebagai peninggalan sejarah diluar kisah mistis yg kontroversi bagi yg blum prnah masuk ke kota megah tersebut.




- Posted using BlogPress from my iPhone
Read More -►